Serunya Persaingan Ketat antar E-commerce di Indonesia

Serunya Persaingan Ketat antar E-commerce di Indonesia

Serunya Persaingan Ketat antar E-commerce di Indonesia

Mar 8, 2019 Bisnis by admin

neodaq.info – Di era teknologi modern seperti sekarang ini, peran internet semakin fundamental dan sulit dipisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Terutama di beberapa kegiatan penting seperti belanja perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari.

Sebut saja platform belanja online seperti Shopee atau Lazada, setiap harinya jutaan transaksi bernilai miliaran rupiah berlangsung seiring tren belanja yang mulai beralih dari tradisional ke online shopping atau belanja melalui internet.

Aplikasi-aplikasi yang menyediakan akses ke produk bagi para pelanggan melalui dunia maya ini dikenal dengan nama e-commerce. Di Indonesia sendiri, telah lebih dari sepuluh brand e-commerce muncul dan saling bersaing untuk memperebutkan posisi teratas di pasaran.

Alibaba vs. Amazon

Bicara soal e-commerce, sebetulnya persaingan antar perusahaan dagang online di Indonesia saja sudah cukup ketat. Sebut saja PT. XL Axiata yang harus melepaskan e-commerce asuhannya, Elevania, pada Anthoni Salim karena tidak kunjung mendapat untuk meski telah menggelontorkan dana begitu.

Kini persaingan e-commerce di Indonesia semakin menggila setelah Alibaba melebarkan sayapnya ke daerah Asia Tenggara dengan mengakuisisi Lazada dan Tokopedia. Bahkan di tahun 2017, perusahaan milik Jack Ma ini secara agresif menaikan sahamnya di Lazada dari 51% menjadi 83%. Hanya beberapa bulan berselang, mereka juga mengucurkan aliran dana sebesar 1,1 miliar dolar ke Tokopedia.

Baca juga : Mengarungi Lautan Besar Dunia Dagang Indonesia (Tips Ampuh Berusaha)

Perusahaan e-commerce kompetitor asal Amerika Serikat bentukan Jeff Bezos juga tidak ingin kalah bersaing dengan menginvasi Singapur dan Australia. Berbeda dengan Alibaba yang lebih berfokus pada besaran penjualan dan luas wilayah operasi, Amazon lebih memilih untuk mengefisienkan sumber daya yang sudah mereka miliki.

E-commerce Tumbuh Subur di Indonesia

Ada beberapa alasan yang menyebabkan para e-commerce ini tumbuh subur di pasar Indonesia. Yang pertama adalah karena kebiasaan belanja orang Indonesia. Dibandingkan negara Asia lainnya, Indonesia adalah termasuk negara 5 besar yang paling konsumtif. Ditambah dengan fakta bahwa 50% warga Indonesia berusia produktif (di bawah 50 tahun) menunjukan bahwa Indonesia memiliki konsumen yang potensial.

Penetrasi telepon pintar juga menjadi salah satu pemicu menjamurnya e-commerce ini. Hingga saat ini data menunjukan bahwa pengguna smartphone di Indonesia mencapai 43%, belum lagi pengguna internet Indonesia sebanyak 51,6% menjadi alasan para perusahaan dagang untuk merubah bentuk bisnisnya dari offline ke online.